skip to main |
skip to sidebar
|
Kisah Nabi Idris AS Melihat Surga dan Neraka | ♥ Bismillaahir Rahmaanir
Rahiim ♥ Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi Idris beribadah bersama.
Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah
engkau membawa saya melihat surga dan neraka?” “Wahai Nabi Allah,
lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael. Setelah Malaikat Izrael
memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin
dilihatnya. “Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para
Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael. “Terus terang, saya takut
sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi
tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya. Waktu
mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga
neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa
manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris
tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api
neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada
pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini. [ Dengan tubuh
lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian
Izrael membawa Nabi Idris ke surga. “Assalamu’alaikum…” kata Izrael
kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat
tampan.] Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum
ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan
lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat
yang mulia itu. Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris
pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan
menakjubkan. Nabi Idris terpukau tanpa bisa berkata-kata melihat
pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah,
Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang. Nabi Idris melihat
sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai
terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada
juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada
disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum. Waktu berkeliling di
sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari
yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka
bertingkah laku dan berbicara dengan sopan. [ Mendadak Nabi Idris ingin
minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan
sejuk dan segar sekali.” ] “Silahkan minum, inilah minuman untuk
penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas
minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun
minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum
yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya
ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,”
Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang. Setelah puas melihat surga,
tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia
tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan
kenikmatan surga Allah. “Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya
ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.
“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal
ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para
Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Izrael. “Tapi Allah itu Maha
Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah
tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi
yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat
itu, Nabi Isris berusia 82 tahun. Firman Allah: “Dan ceritakanlah Idris
di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan
dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang
tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86). Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan
perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa
orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu
itu. “Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan
Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86,
serta Surat Maryam ayat 56 dan 57. Sumber Bacaan: Alkisah Nomor 01 / 3-16 Januari 2005 ______________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silakan di-share untuk
teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak
Anda kenal sekalipun. semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang
berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin Ya rabbal 'alamiin
0 komentar:
Posting Komentar