RSS

SEPUTAR MAKANAN ASAM - BASA

Tabel Asam-Basa Makanan

Berikut ini tabel keasaman dan kebasaan makanan. Sebaiknya lebih banyak mengkonsumsi makanan yang basa dibandingkan dengan makanan yang asam. Jika banyak makan makanan yang bersifat asam maka segera seimbangkan dengan makanan yang bersifat basa. Atas dasar itulah maka sate kambing (berkadar asam tinggi) selalu dilengkapi dengan bawang (berkadar basa tinggi), coklat (chocolate) diisi dengan almond, dstnya.

tabel-asam-basa

Makanan Alkali / Basa


Menu Makrobiotik Zula


Pada dasarnya, sel-sel sehat tubuh kita bersifat alkali (basa). Semakin asam (acidic) sel-sel itu, kita akan menjadi semakin sakit. Tubuh kita menghasilkan asam sebagai hasil sampingan dari metabolisme normal. Karena tubuh tidak memproduksi alkali, maka kebutuhan akan alkali harus dipasok dari luar. Prinsipnya, agar kita sehat, makan an yang kita konsumsi harus terdiri atas 80 persen alkali dan 20 persen asam.

Khususnya bagi penderita kanker pada stadium awal, mengonsumsi makan an alkali secara ketat berpotensi mujarab untuk menyembuhkan mereka. Secara umum diketahui bahwa dalam keadaan normal, tubuh kita bersifat alkali dengan pH 7,4. Dalam keseimbangan ini, proses kimia tubuh berjalan lancar dan semua kotoran yang ditimbulkan oleh proses ini dapat dengan cepat dilenyapkan.

Tetapi, bila kita terlalu banyak makan makan an asam, maka darah dan tubuh kita pun akan menjadi asam. Akibatnya, hati, limpa, jantung, dan ginjal harus bekerja lebih keras untuk membersihkan darah. Inilah yang mengakibatkan tubuh kita menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit. Padahal, selama ini kita terlalu cepat menuding virus sebagai penyebab semua sakit yang kita derita.

Sampah beracun yang tidak dapat dikeluarkan biasanya mengumpul di persendian, menyebabkan rematik dan gout (penyakit karena asam urat). Bisa juga keluar melalui kulit menjadi jerawat, eksim, bisul, dan lain-lain. Lebih serius lagi, kondisi keasaman darah dan tubuh juga menjadi penyebab berbagai penyakit seperti darah tinggi, wasir, jantung, kanker, dan sebagainya.

Makanan alkali juga identik dengan makan an tanpa daging. Soalnya, daging, ikan, dan telur bersifat asam. Makanan dan minuman yang mengandung asam antara lain teh, kopi, alkohol, sambal, acar, bumbu, cuka, rempah-rempah, padi-padian (khususnya yang diputihkan atau tepung yang dihaluskan), bawang putih, jamu, minyak, lemak, dan makan an yang mengandung banyak gula.

Makanan alkali yang perlu ditingkatkan jumlahnya dalam diet kita adalah hampir semua sayuran (khususnya yang berdaun hijau), susu, mentega (khususnya ghee dan butter milk), madu, buah, dan sari buah–terutama buah yang mengandung banyak air seperti pepaya, apel, nenas, tomat, dan pisang.

Nasi yang cocok bagi mereka yang menjalani diet alkali adalah nasi merah atau brown rice. Bila tidak tersedia beras merah, bisa dibuat dari beras putih organik yang dimasak dengan kaldu sayur. Kaldu sayur ini dibuat dengan merebus wortel dan seledri dalam waktu lama, sehingga semua sari patinya diserap oleh air rebusan. Penggunaan kaldu sayur mirip demi glace (brown stock yang dibuat dari daging dan tulang sapi) yang banyak dipakai dalam memasak.

Lho, bukankah lemon itu asam? Ternyata itu adalah salah kaprah. Hanya karena rasanya asam tidak berarti lemon bersifat asam. Kalau kita minum sari lemon, cairan itu akan teroksidasi menjadi air, karbon dioksida, dan berbagai komponen anorganik yang bersifat alkali. Karena itu, lemon adalah salah satu jenis jeruk (citrus) yang bersifat alkali. Demikian pula halnya dengan berbagai jenis buah yang sekalipun rasanya asam–seperti nenas, jeruk, dan anggur–tetapi bersifat alkali.

Tumis kembang kol buatan Jane lebih mirip masakan India dari segi aroma, penampilan, dan cita rasa. Kembang kol dicincang halus, dan ini rupanya merupakan “siasat” agar menyerap sebanyak mungkin cita rasa bumbu yang sesungguhnya minimalis. Untuk menciptakan tekstur yang kontras, cincangan kembang kol ini dicampur dengan cincangan kacang almond. Dibumbui dengan sedikit bawang putih, red onion, kunyit, dan bumbu kari, tumisan cepat ini diselesaikan dengan guyuran sedikit kaldu sayur untuk membuatnya sedikit nyemek.

Makrobiotik adalah sebuah metodologi diet yang populer di Jepang pada tahun 1980-an. Makro berarti besar atau panjang, dan bio berarti hidup. Artinya, dengan menjalani metodologi ini orang diharapkan akan hidup lebih panjang usia. Pada dasarnya, konsep ini mengajarkan orang untuk makan biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayur-mayur. Makanan-makanan yang diproses harus dihindari, dan semua makan an harus dikunyah sampai lembut sebelum ditelan.

Secara garis besar, makrobiotik hampir mirip dengan prinsip makan an alkali, khususnya dalam hal pantangan daging serta pilihan terhadap bahan pangan organik.  Tetapi, makrobiotik malah lebih ketat lagi karena berpegang pada prinsip keseimbangan energi yin dan yang. Makanan menimbulkan energi bagi kita. Tetapi, energi itu harus imbang yin-yang-nya, dan keseimbangan itu hanya dapat dicapai dengan pilihan menu yang tepat. Beberapa jenis makan an yang dianjurkan di makan an alkali–seperti alpokat, bit, bayam– dilarang dalam konsep makrobiotik karena dianggap terlalu condong ke yin. Makrobiotik juga merupakan metodologi diet yang dianjurkan untuk penderita kanker.

SEMOGA BERMANFAAT

SUMBER :
http://ksupointer.com/tabel-asam-basa-makanan
http://nasional.kompas.com/read/2008/06/23/09480474/Makanan%20Alkali

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...