RSS
Tampilkan postingan dengan label L K S IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label L K S IPA. Tampilkan semua postingan

LKS MENGUKUR TEKANAN DARAH

MENGUKUR TEKANAN DARAH



ALAT UNTUK MENGUKUR TEKANAN DARAH
  1. Alat yang pertama disebut stetoskop (stethoscope), gunanya untuk mendengarkan denyut nadi.
  2. Alat yang kedua disebut manset tensimeter (sphygmomanometer).

Mengukur Tekanan Darah



  • Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi (hipertensi) atau tekanan darahnya rendah ( hypotensi) ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang tekanan darah. 
  • Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. 
  • Alat untuk memeriksa tekanan darah disebut sphigmomanometer atau dikenal juga dengan tensimeter. 
  • Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis.
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. 
  • Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. 
  • Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.

maksud dengan tekanan darah

  • Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. 
  • Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. 
  • Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. 
  • Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.

Setelah mengetahui tekanan darah, pasti Anda ingin mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk rendah, normal atau tinggi. 
Berikut ini penggolongan tekanan darah berdasarkan angka hasil pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan diastolik:



  • Darah rendah atau hipotensi  Tekanan Darah Sistolik Di bawah 90 , Diastolik Di bawah 60
  • Normal  Sistolik 90 - 120 , Diastolik  60 - 80
  • Pre-hipertensi  Sistolik  120 - 140 , Diastolik 80 - 90
  • Darah tinggi atau hipertensi (stadium 1)  Sistolik 140 - 160 , Diastolik 90 - 100
  • Darah tinggi atau hipertensi (stadium 2 / berbahaya)   Sistolik Di atas 160 , Diastolik  Di atas 100
Ukur  tekanan darah  teman  sebangku Anda menggunakan  spigmomanometer.

LANGKAH LANGKAH PENGUKURAN TEKANAN DARAH
  1. Bebatlah lengan kiri probandus.
  2. Tentukan posisi pembuluh arteri pada lengan yang dibebat dan  letakkan stetoskop di  tempat tersebut.
  3. Sebelum udara dipompa, melalui  stetoskop  terdengar bunyi denyut nadi,  setelah udara dipompa kan  semakin  penuh maka  bunyi denyut nadi semakin melemah dan kemudian hilang. Pada waktu bunyi mulai melemah coba catatlah  berapa  tinggi  permukaan  raksa (angka diastole).
  4. Setelah  itu,  udara  dikeluarkan  sembari  didengarkan  denyut  nadi melalui  stetoskop. Pada waktu  denyut  nadi  kembali  terdengar pertama  kali  hendaknya  dicatat  tinggi permukaan air raksa (angka sistole).
  5. Pengosongan  udara  dilanjutkan  terus  sehingga bunyi denyut mulai melemah dan permukaan  raksa  dicatat  tingginya.  Jika  mungkin, dicatat pula tinggi permukaan raksa ketika bunyi menghilang sama sekali (angka  diastole).Ulangi pengukuran tekanan darah ini hingga tiga kali dan hitunglah rata-ratanya. Coba  tentukan tekanan darah  teman  Anda dan buatlah kesimpulan dengan mencocokkan  tekanan darah  teman Anda dengan tabel yang telah disediakan. 
  6. Buatlah  laporan  hasil  eksperimen  ini  
BEGINI APLIKASINYA

DIULANG YA 

Tekanan Darah
  1. Pasang (lilitkan) manset tensimeter pada lengan atas di atas siku. Batas bagian bawah manset sekitar 2-3 cm dari lipatan siku. Boleh di lengan kiri atau kanan. Pemasangan manset pada bagian ini karena di sinilah letak pembuluh darah yang bernama Arteri Brachialis, yaitu pembuluh darah yang berasal langsung dari jantung. Letak pembuluh ini persis berada di bawah kulit di lipat siku (batas lengan bawah). Fungsi manset adalah untuk menekan pembuluh darah arteri tersebut. Perhatikan tanda panah yang bertuliskan "Artery" pada manset dan pastikan bagian itu antum letakkan tepat di tempat yang dimaksud. 
  2. Manset tensimeter harus sejajar atau setinggi jantung. Orang yang diperiksa lebih baik dalam kondisi berbaring atau duduk. Kondisinya harus santai/rileks, tangan tidak boleh tegang.
  3. Pasang stetoskop di telinga antum, tempelkan bagian yang pipih-bulat di sebelah bawah lilitan manset pada lipatan siku tempat dimana Arteri Brachialis berada.
  4. Putar ke kanan (searah jarum jam) katup pengatur udara yang ada pada pompa karet manset untuk menutupnya, agar saat antum memompa manset nanti tidak ada udara yang bocor keluar.
  5. Remas-remas pompa karet agar udara masuk ke dalam manset sampai jarum aneroid menunjukkan tekanan 140 mmHg. Kenapa 140 mmHg? Yah, karena fungsi manset tensimeter adalah untuk menekan Arteri Brachialis agar aliran darah pada arteri tersebut terhenti pada tekanan tertentu. Dan untuk tekanan sistole yang normal pada orang dewasa adalah 120 mmHg. Maka pada tekanan 140 mmHG tekanan darah akan terhenti. Dari sinilah pengambilan nilai 140 mmHg didasarkan.
  6. Dengarkan suara yang muncul dari stetoskop yang telah terpasang di telinga antum. Jika pada tekanan 140 mmHg masih terdengar suara pulsasi/denyut arteri (suaranya ...duk...duk...duk...duk..., seperti ketukan jari di atas meja), berarti orang yang diperiksa adalah seorang penderita hipertensi, maka naikkan lagi tekanan dengan cara meremas pompa karet sedikit demi sedikit hingga suara pulsasi/denyut tidak terdengar lagi.
  7. Setelah itu putar ke kiri sedikit katup pengatur udara agar udara di dalam manset keluar sedikit demi sedikit dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik, hingga aliran darah di arteri Brachialis kembali mengalir. Perhatikan dan dengarkan suara yang timbul dari stetoskop antum ketika katup manset terbuka. Ketika terdengar suara denyut arteri (...duk...duk...duk...duk...) untuk yang pertama kali, maka itulah suara yang disebut sebagai suara Korotkoff sekaligus penanda tekanan sistole. Kemudian suara denyutan itu makin lama makin keras, lalu berubah menjadi bising, lalu terdengar jelas lagi, kemudian mulai melemah dan lalu menghilang. Nah, titik di saat suara ketukan/denyut arteri menghilang itulah yang dijadikan sebagai penanda tekanan diastole.

Jadi jika ada yang mengatakan bahwa tekanan darahnya adalah 120/80, maka itu berarti nilai 120 mmHg untuk tekanan sistole dan 80 mmHg untuk tekanan diastole. .Untuk lebih jelasnya, perhatikan 5 Fase yang digunakan untuk menentukan tekanan sistole dan diastole di bawah ini.
5 Fase Dalam Penentuan Sistole dan Diastole
Fase I:
  • Fase dimana antum memompa manset pada nilai tertentu (140 mHg) hingga tidak terdengar lagi denyut arteri dan kemudian antum berhenti memompa, lalu mulai membuka sedikit katup udara manset yang menjadikan tekanan udara manset berkurang setahap demi setahap. Kemudian tiba-tiba pada nilai tertentu (misal: 120 mmHg) terdengar jelas suara denyut/ketukan pendek-pendek yang makin lama makin keras. Suara ini disebut suara Korotkoff dan terdengar selama tekanan mansetnya diturunkan sekitar 10-14 mmHg/detik.
Fase II:
  • Selama penurunan tekanan menjadi sekitar 15-20 mmHg, suara bising (murmur) akan terdengar namun kerasnya berkurang.
Fase III:
  • Selama penurunan 5-7 mmHg berikutnya, suara ketukan menjadi jelas kembali dan terdengar lebih keras.
Fase IV:
  • Selama penurunan 5-6 mmHg berikutnya, suara terdengar meredup dan melemah dengan cepat .
Fase V:
  • Pada fase ini suara ketukan pun menghilang.
  •  Nah, perhatikan jarum di alat pengukur tekanan pada manset antum saat suara ketukan yang pertama kali terdengar pada Fase I. Angka yang ditunjuk oleh jarum itulah yang menjadi nilai untuk tekanan sistole.
  • Kemudian perhatikan jarum di alat pengukur tekanan manset antum pada saat suara ketukan menghilang pada Fase V. Angka yang ditunjuk oleh jarum itulah yang menjadi nilai untuk tekanan diastole.
Cobalah untuk melakukan pemeriksaan ini 2-3 kali, agar lebih yakin.
  • Sebagai catatan tambahan, sebaiknya pemeriksaan tekanan darah ini dilakukan saat pasien dalam kondisi rileks atau tidak sedang dalam kondisi bekerja secara fisik. Karena pada orang dewasa yang sedang bekerja secara fisik, tekanan diastole akan terjadi pada awal fase IV. Perlu dicatat juga bahwa tekanan diastole pada anak-anak juga terjadi pada fase IV.
  • Dan perlu diperhatikan juga bahwa pengukuran tekanan darah harus akurat agar tidak menimbulkan kesalahan diagnosis. Dan jika antum menangani penderita hipertensi atau darah tinggi, maka kesalahan diagnosis ini akan berakibat fatal.

 note
 
  • Jadi,  sistole  dan  diastole merupakan  tekanan  darah karena jantung pada saat itu mengeluarkan dan memasukkan  darah.  
  • Tekanan  darah  dapat  diukur menggunakan tensimeter atau spigmomano meter. Tekanan darah orang dewasa normal sekitar 
  • Nilai 120 menunjukkan  tekanan  sistole,  sedangkan 80 menunjukkan  tekanan  diastole. Tekanan  darah  ini  dapat  digunakan sebagai indikasi kondisi kesehatan seseorang.

  Mengapa bisa berubah rubah ya tekanan darah ?


Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? 

  • Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. 
  • Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. 
  • Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. 
  • Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.

Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.
SUMBER : http://biologigonz.blogspot.com/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS VEGETATIF BUATAN OKULASI

Okulasi


A.      LANDASAN TEORI

Menempel (Okulasi) dan menyambung bertujuan mengambungkan sifat dua tanaman sejenis atau semarga. Prinsip opulasi adalah menumbuhkan bagian tanaman pada tanaman lain. Biasanya, bagian yang ditemnpelkan adalah mata tunas.
Prinsip dalam menyambung adalah memindahkan ujung ranting atau pun ujung cabang suatu tanaman pada bagian ujung ranting tanaman lain. Kemudian, sambungan tersebut diikat


ALAT  DAN BAHAN
  1. Tanaman dikotil maupun monokotil yang akan di sambung
  2. Pisau/ silet yang tajam
  3. Plastik ( panjang: 17 cm – lebar : 10 cm )
  4. Tali rapiah

CARA KERJA :
  1. Potonglah batang yang akan disambung 5-10 cm, pilih batang yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda
  2. Sambungkan kedua bunga yang akan distek dengan warna yang berbeda lalu diikat dengan tali rapiah
  3. Bungkus bunga yang sudah distek dengan plastic yang tersedia lulu ikat plastic tersebut dengan tali rapiah,dan ikatannya tidak terlalu erat
  4. Lakukan pengamatan setiap hari sampai ± 10 hari
  5. Selesai dan bibit yang sudah selesai dapat di tanam langsung di tanah yang kita ingin kan ( sebaiknya tanah yang gembur dan subur) ..                                                                                                                                                           SUMBER:  http://biologigonz.blogspot.com/2010/08/mencangkok.html                                                          12 N0P 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS VEGETATIF BUATAN MENCANGKOK

MENCANGKOK 

LANDASAN TEORI

Dalam Dunia biologi mencangkok adalah cara mengembang biakkan secara vegetatif buatan
  • Vegetati buatan yang dilakukan adalah dengan membuat sayatan melingkar dengan menghilangkan kulit dan kambium sehingga makanan hasil fotosintesis yang dibuat daun yang seharusnya beredar berhenti di tempat keratan tersebut
  • Adanya makanan hasil fotosintesis yang tidak terdistribusi karena berhenti di bagian keratan memungkinkan jaringan meristem yang tersusun atas sel muda akan mendapatkan cukup banyak makanan sehingga memungkinkan untuk membelah , berdefrensiasi membentuk jaringan
  • Defrensiasi yang terbentuk adalah memunculkan akar diatas keratan karena sel meristem yang berdefrensiasi berada pada lingkungan tabah sehingga terbentuk akar
  • Mencangkok adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang memiliki sifat persis seperti induknya , dan tanamannya lebih cepat berbuah dari tanaman yang dari biji yang harus menunggu proses perkecambahannya
  • Tanaman yang dapat dicangkok misalnya mangga, jeruk , jambu , dan banyak tanaman anggota dikotil dan yang terpenting mudah pemahamannya tanaman yang berkayu yang bercabang .
TUJUAN :
       Mengetahui cara mencangkok tanaman

ALAT DAN BAHAN :
  1. Pisau tajam
  2. Tanah secukupnya
  3. Tanaman mangga yang sudah cukup tua
  4. Polibag dan sabut
  5. Tali atau karet ban dalam bekas.
  6. Ember atau apa saja media lain utk menampung air.
  7. kursi/tangga/stegger, jika cabang terlalu tinggi.

Cara Kerja :
  1. Carilah tanaman dengan memilih pohon induk ; mengenal sifat- sifat terutama buahnya, pohon kuat, cabang yang baik yang sudah tua.
  2. Pilihlah cabang yang lurus dan tegak, berdiameter 2-3 cm.
  3. Buatlah dua irisan Menyayat dan mengupas sekeliling kulit melingkar yang jaraknya sekitar 5 cm
  4. Buanglah kulit luarnya dan bersihkan kulit arinya/bersihkan lendir yang menempel hingga kering benar ( baca kambium untuk lendir itu )
  5. Dengan menggunakan tali , ikatlah lembaran plastic atau serabut kelapa pada bagian bawah keratan. Lipatlah ke atas lembaran plastic/sabut kelapa tersebut hingga berbentuk seperti kantung
  6. Kemudian berilah tanah Isi kantung dengan tanah yang dicampur kompos sampai sayatan tertutup semua sampai beberapa cm di atas keratan secukupnya
  7. Ikatlah kantung yang telah berisi tanah pada beberapa cm di atas keratan
  8. Pembungkus plastic diberi lubang berjarak sehingga ada aerasi dan memungkinkan kelebihan air bisa terbuang , dan disiram setiap hari
  9. Diamkan selama 2 sampai 3 bulan.
  10. Setelah cangkokan berumur dengan ditandai keluarnya akar- akarnya yang tumbuh dan menembus pembungkusnya, sejak itu cangkokan sudah bisa dipotong
  11. Kemudian tanamlah dalam pot atau langsung di dalam pot.
KETERANGAN :
  • Bagusnya, setelah batang yang akan kita cangkok setelah dikerat, didiamkan terlebih dahulu 2 atau 3 hari agar kering. agar pertumbuhan akar lebih cepat, sebelum dibungkus,
  • Berikan dahulu hormon penumbuh akar misal Rhizokalin / Auksin , Rotone f disekililing area tempat tumbuh akar.


  1. Bungkus bunga yang sudah distek dengan plastic yang tersedia lulu ikat plastic tersebut dengan tali rapiah,dan ikatannya tidak terlalu erat
  2. Lakukan pengamatan setiap hari sampai ± 10 hari
  3. Selesai dan bibit yang sudah selesai dapat di tanam langsung di tanah yang kita ingin kan ( sebaiknya tanah yang gembur dan subur) .


 SUMBER :   http://biologigonz.blogspot.com/2010/08/mencangkok.html
                      12 NOP 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS Penyetekan Tanaman klas 9 SMP

Rancanglah Percobaan Penyetekan Tanaman
Kamu dapat menumbuhkan beberapa famili tanaman rumah/hias, dengan
jalan menyetek bagian tanaman itu dan menanamnya. Karena stek berasal dari
satu tanaman tunggal, semua sel pada tanaman itu memiliki ADN (materi
genetik) yang sama, yaitu sama dengan induknya. Jika ada perbedaan pada
tanaman baru yang tumbuh, perbedaan itu mungkin disebabkan perbedaan
tempat tanaman itu ditumbuhkan.
Kegiatan 
Apa yang akan kamu selidiki
Kondisi apa yang dibutuhkan oleh stek
untuk bisa tumbuh?
 Bahan yang digunakan
• pot atau gelas plastik
• tanah subur
• air
• sendok
 alat penyiram
• spidol
• penggaris
Rumuskan Hipotesis
Berfikirlah tentang sesuatu yang
dibutuhkan oleh tumbuhan untuk
tumbuh seperti air, udara, cahaya, dan
rentang suhu tertentu. Dalam buku IPAmu
buatlah hipotesis tentang bagaimana
perubahan salah satu dari faktor itu akan
mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Untuk Keselamatan
Pastikan kamu mencuci tanganmu setelah
kamu memegang tanah dan potongan
tanaman
Langkah kerja
1 Dalam kelompok, buatlah kesepakatan
tentang hipotesis yang ditulis.
2. Apa tahapan-tahapan yang akan kamu
lakukan untuk menguji hipotesismu?
Dengan kelompokmu, lakukan urun
pendapat mengenai kemungkinan
eksperimen
3. Pilihlah kemungkinan cara terbaik untuk
menguji hipotesismu. Buatlah daftar
urutan langkah-langkah eksperimen
yang akan dilakukan oleh kelompokmu.
Buatlah secara spesifik (khas) dan tepat
setiap langkah yang akan kamu lakukan.
4. Faktor lingkungan mana yang akan
kamu selidiki? Pastikan bahwa kamu
hanya memilih satu faktor pada satu
waktu penyelidikan. Kamu mungkin
akan menguji pengaruh jumlah
penyinaran dalam sehari terhadap stek
atau perbedaan jenis air seperti air suling
dan air PAM, air sungai, air kolam, air
sumur, dan sebagainya.
5. Apa jenis data yang akan kamu
kumpulkan? Apakah kamu akan
menggunakan alat ukur? Berapa kali
kamu akan mengumpulkan data?
6. Rancanglah tabel data, yang digunakan
untuk mengorganisasi data dari
eksperimenmu secara jelas.
7. Pastikan bahwa semua stek berasal dari
tanaman yang sama.
8. Bersama kelompokmu lihatlah sekali
lagi rencana percobaanmu untuk
memastikan bahwa semua tahap
berurutan secara logis.
9. Bagaimana kamu akan menyajikan hasil
eksperimenmu? Apakah kamu akan
menggunakan carta, grafik, foto-foto,
atau gambar?
Pelaksanaan
1. Pastikan bahwa gurumu menyetujui
rencanamu
2. Lakukan rencanamu
3. Seraya kamu lakukan eksperimen,
pastikan kamu menulis semua hasil
pengamatanmu di dalam tabel data.

Kesimpulan dan Penerapan
Gunakan pertanyaan berikut untuk
membantumu membuat kesimpulan.
1. Faktor lingkungan mana yang telah
kamu selidiki?
2. Bandingkan perbedaan pada
pertumbuhan tanaman. Apa perbedaan
di dalam kondisi yang mempengaruhi
pertumbuhan stek?
3. Apa tipe perkembangbiakan yang
dimiliki oleh tumbuhan ini?
4. Apakah hipotesis yang telah kamu
rumuskan tentang faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan terjawab?
Apa buktinya?
 5. Penerapan: Bagaimana pemilik rumah
kaca menggunakan informasi tentang
stek tanaman dan kondisi yang
dibutuhkan untuk menumbuhkan stek
tersebut?
Pelaksanaan
1. Pastikan bahwa gurumu menyetujui
rencanamu
2. Seraya kamu lakukan eksperimen,
pastikan kamu menulis semua hasil
pengamatanmu di dalam tabel data

sumber :  http://download.bse.kemdikbud.go.id/fullbook/20080724125454.pdf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS PERKEMBANGBIAKAN

Mencari Kupu-kupu
Bahan yang perlukan
• dua lembar koran
• beberapa lembar kertas berwarna
• gunting
• lem Kertas
Kegiatan
Perkembangbiakan

landasan teori  : 

Berkembangbiak merupakan salah satu ciri-ciri
makhluk hidup. Dengan berkembang biak makhluk hidup
dapat menghasilkan keturunan baru dan menjaga
kelestarian jenisnya. Jutaan jenis makhluk hidup yang
berbeda menghuni bumi. Makhluk hidup baru dihasilkan
melalui proses yang disebut dengan perkembangbiakan
(reproduksi). Perkembangbiakan amat penting bagi semua
makhluk hidup. Tanpa perkembangbiakan, organisme jenis
tertentu tidak dapat lestari atau akan punah. Selama
reproduksi sifat-sifat akan diwariskan dari induk ke
keturunan. Sifat ini terdapat di dalam zat kimia yang disebut
ADN (Asam Deoksiribo Nukleat) yang antara lain terdapat
di dalam inti sel. ADN mengontrol bagaimana perwujudan
suatu makhluk hidup baru, dan bagaimana alat tubuhnya
akan bekerja.
langkah kerja
1. Gunakan gunting untuk membuat kupu-kupu kertas dari kertas berwarna dan
dari kertas koran.
2. Bentangkan selembar koran yang terdiri
dari 2 halaman. Pada salah satu
halamannya tempelkan kupu-kupu yang
sudah kamu buat dengan menggunakan
lem kertas.
3. Tutuplah kupu-kupu yang telah
tertempel dengan melipat koran
tersebut, tempelkan di dinding.
4. Mintalah temanmu berdiri pada jarak 2
meter dari dinding. Kemudian bukalah
kupu-kupumu, mintalah temanmu
untuk menghitung berapa jumlah kupu-kupu yang tertempel di koran itu dalam
waktu 30 detik, kemudian tutup kembali.


Analisis data
1. Tepatkah jumlah kupu-kupu yang
disebut temanmu?
2. Mengapa terjadi demikian?
3. Apabila kertas koran adalah habitatnya
sedangkan kupu-kupu kertas adalah
organusme yang hidup di dalamnya dan
temanmu adalah predatornya,
organisme mankah yang dapat bertahan
hidup?
4. Dengan mengacu pada pelajaran tentang
adaptasi, kupu-kupu tersebut
melakukan adaptasi apa?
5.
Bila dihubungakan dengan seleksi
alam, faktor apakah yang merupakan
faktor penyeleksinya?


sumber  : http://download.bse.kemdikbud.go.id/fullbook/20080724125454.pdf
12 nop 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS SELEKSI ALAM KLAS 9 SMP

Rancanglah Percobaanmu
Simulasi seleksi
Seleksi alam menyebabkan populasi berubah. Di dalam kegiatan ini, kamu
akan merancang percobaanmu untuk menemukan bagaimana kamuflase
dapat membantu makhluk hidup lolos dalam seleksi alam. Kamuflase adalah
adaptasi yang memungkinkan makhluk hidup tersamar dalam
lingkungannya.
Kegiatan 
Apa yang kamu perlukan
- biji-bijian beberapa warna masing-masing 50 biji.
- kantung plastik dengan berbagai macam
warna biji/kancing baju (kurang lebih
100 biji)
- penggaris plastik
- kertas
- pensil
- kertas landasan yang berwarna sama
dengan salah satu kancing baju/biji tadi.
- jam dengan jarum detik
Rumuskan Hipotesis
Berbagai bentuk tubuh, struktur, atau
jenis warna makhluk hidup membantu
mereka tersamar di dalam ling-kungannya. Inilah yang disebut dengan
adaptasi kamuflase. Buatlah hipotesis
tentang bagaimana kamuflase dapat
membantu makhluk hidup untuk lolos
dalam seleksi alam ?
LANGKAH LANGKAH KERJA
1. Bersama dengan teman sebangkumu
diskusikan proses seleksi alam.
Bagaimana seleksi alam dapat terjadi?
2. Di dalam aktivitas ini satu siswa akan
berperan sebagai burung pemakan
serangga yang hidup di rumput. Dengan
teman sebangkumu rencanakanlah
tentang bagaimana kalian dapat
memodelkan seleksi alam dengan
menggunakan alat/bahan yang
dianjurkan.
3. Dengan teman sebangkumu buatlah
daftar langkah-langkah yang mungkin
untuk memodelkan seleksi alam.
4. Kamu mungkin memulai eksperimen
dengan populasi serangga tertentu.
Berapa banyak serangga yang akan kamu
gunakan sebagai populasi awal?
Bagaimana kamu akan menunjukkan
variasi di dalam populasi awalmu?
5. Berfikirlah tentang berapa banyak
generasi serangga yang akan kamu
gunakan dalam eksperimen ini?
6. Data apa yang ingin kamu kumpulkan?
Apakah kamu akan membutuhkan tabel
data untuk eksperimen ini? Jika ya,
rancanglah tabel datanya untuk merekam
data di dalam buku kerjamu.
7. Apa yang terjadi dengan satu jenis
makhluk hidup jika mereka memiliki
variasi yang sesuai dengan lingkungan
tertentu? Apa yang terjadi dengan satu
jenis makhluk hidup jika mereka
memiliki variasi yang tidak sesuai
dengan lingkungan tertentu? Pastikan
kamu berfikir tentang pertanyaan ini
ketika kamu merancang eksperimen.
Melaksanakan
8. Bacalah sekali lagi tahapan percobaan
yang telah kamu buat. Pastikanlah bahwa
semua tahap sesuai dengan urutan logis.
9. Pastikan bahwa gurumu menyetujui
rencanamu sebelum kamu lanjutkan.
 Sementara melakukan eksperimen,
catatlah hasil pengamatanmu dan
lengkapi tabel data pada buku kerjamu.
11. Laksanakan percobaanmu.


Kesimpulan dan Penerapan
1. Amatilah tipe serangga mana di dalam
percobaanmu yang dapat dilihat dengan
cepat? Mengapa?
2. Apakah populasi seranggamu berubah
dari waktu ke waktu? Jelaskan
jawabanmu!

Penerapan:Bagaimana eksperimenmu
dapat digunakan untuk menjelaskan
adaptasi kamuflase pada makhluk hidup.


SUMBER  :   http://download.bse.kemdikbud.go.id/fullbook/20080724125454.pdf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS ADAPTASI NORFOLOGI

 Makhluk hidup memerlukan lingkungan yang sesuai
agar dapat bertahan hidup dengan baik. Namun,
lingkungan tidak selamanya tetap tetapi selalu berubah-ubah setiap waktu. Kemampuan untuk menanggapi adanya
perubahan lingkungan luar organisme agar terus hidup
disebut dengan adaptasi.
Makhluk hidup yang mampu melakukan adaptasi
disebut dengan makhluk hidup yang adaptif. Semakin
besar kemampuan adaptasi suatu makhluk hidup, semakin
besar pula peluang kelangsungan makhluk hidup tersebut.
Berdasarkan cara-cara makhluk hidup menyesuaikan
diri terhadap lingkungan tempat hidupnya, adaptasi dapat
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu adaptasi morfologi,
adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku
Adaptasi, Seleksi Alam dan
Perkembangbiakan
Adaptasi, Seleksi Alam dan
Perkembangbiakan

Mengidentifikasi Jenis-jenis Serangga
yang berbeda


LANGKAH KERJA
1. Pergilah ke taman sekolah
2. Tangkaplah berbagai jenis serangga
3. Amatilah dengan lup bagian mulutnya
4. Identifikasi jenis/tipe mulutnya.
5. Kelompokkan bentuk mulutnya serangga berdasarkan makanannya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS KELANGSUNGAN MAHLUK HIDUP

Pernahkah kalian berpikir, mengapa dinosaurus punah? Mengapa burung Cendrawasih
banyak ditemukan di hutan Papua, tidak di hutan-hutan Pulau Jawa? Mengapa burung
pipit berbeda makanannya dengan burung kolibri? Mengapa belalang berwarna hijau lebih
banyak ditemukan di lapangan rumput daripada belalang warna coklat? Apa tujuan bunglon
mengubah warna tubuhnya? Itu semua diakibatkan adanya usaha dari makhluk hidup itu
sendiri untuk dapat bertahan terus hidup, yaitu dengan cara adaptasi dan reproduksi. Alam
juga ikut andil dalam pemilihan makhluk hidup yang hidup di dalamnya yaitu dengan
seleksi alam.
Dalam bab ini akan kita pelajari bersama mengenai kelangsungan hidup organisme yang
di dalamnya akan dibahas mengenai adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan. Untuk
mengawalinya mulailah dengan Kegiatan Penyelidikan.
Kelangsungan
Hidup Organisme
Sifat Zat Kegiatan Penyelidikan
LANGKAH KERJA
Membandingkan Tipe-tipe biji
1. Sediakan berbagai macam biji yang dapat kamu jumpai, misalnya biji pepaya, kacang
hijau, kedelai, jagung, kapas atau yang lainnya, yang terdapat di daerahmu.
2. Gunakan lup untuk mengamati masing-masing biji secara seksama. 

3. Di dalam Jurnal IPA-mu, buatlah daftar ciri-ciri yang berhasil kamu identifikasi.
4. Rumuskan pula persamaan dan perbedaan yang ada dari tiap-tiap biji tersebut.

5, Buatlah kesimpulan

sumber http://download.bse.kemdikbud.go.id/fullbook/20080724125454.pdf
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS FUNGSI GINJAL




Bab 1Sistem Ekskresi Pada Manusia 3
Darahmu mengandung berbagai zat sisa metabolisme. Zat-zat ini adalah senyawa-senyawa kimia yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Apabila zat-zat sisa ini tidak segera
dibuang bisa menjadi racun dalam jaringan tubuhmu. Proses membuang zat sisa
metabolisme ini disebut sistem eksresi.Pada bab ini kamu akan mempelajari berbagai or-gan tubuh manusia yang berfungsi membuang sisa metabolisme. Selain itu, kamu akan
mempelajari berbagai penyakit dan kelainan pada organ tersebut. Kamu akan mengawalinya
dengan kegiatan sederhana mempelajari fungsi ginjal.
Apa fungsi ginjal?
Alat dan bahan
- Dua buah gelas kimia 250 ml
- Corong
- Kain kasa yang tidak tembus butiran beras
- Satu genggam beras dan air cuciannya
Langkah kerja


1. Taruh segenggam beras ke dalam gelas elemeyer kemudian
tambahkan air 100 ml.
2.  Tuangkan campuran beras dan air ke corong yang
telah dipasang kain kasa.
4 Amati hasil larutan  ( 1) yang sudah disaring
4. Perhatikan apa yang terjadi!

Sistem Ekskresi
Pada Manusia
Sifat Zat Kegiatan Penyelidikan
Dalam model ini beras dan air cucian digunakan sebagai model darah



 Dalam model ini beras dan air cucian digunakan sebagai model darah
dalam arteri ginjal; corong dan kain kasa sebagai glomerulus, dan air cucian beras
dalam gelas piala yang telah disaring sebagai model cairan hasil penyaringan
(urin primer) dalam simpai Bowman. Berdasarkan kegiatan tersebut, jelaskan
bagaimana bagian ginjal bekerja!


SUMBER : http://download.bse.kemdikbud.go.id/fullbook/20080724125454.pdf
12NOP2012
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LKS MAGNET




LKS MAGNET
Tujuan
Dalam penyelidikan ini kamu akan mencoba menentukan di mana magnet batang mempunyai gaya traik terbesar untuk benda lain.


Alat dan Bahan
penjepit kertas 10 buah
  1. magnet batang, 1 buah
Prosedur
  1. Ambillah sebuah magnet batang.
  2. Gantungkan sebuah penjepit kertas pada ujung magnet batang.
  3. Gantungkan penjepit kedua pada ujung penjepit pertama seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1.
  4. Gantungkan penjepit lainnya sampai penjepit tidak dapat menempel pada ujung.
  5. Catatlah pada Tabel 1 jumlah penjepit yang saling menempel.
  6. Ulangi prosedur 2 sampai 5 dengan menggantungkan penjepit pada jarak 1 cm dari ujung magnet batang.
  7. Catatlah pada Tabel 1 jumlah penjepit yang saling menempel.
  8. Ulangi prosedur 2 sampai 5 dengan menggantungkan penjepit pada tengah-tengaah magnet batang.
  9. Catatlah pada Tabel 1 jumlah penjepit yang saling menempel.

  10. LKS MAGNET
    Tujuan
    Dalam penyelidikan ini kamu akan mencoba menentukan di mana magnet batang mempunyai gaya traik terbesar untuk benda lain.


    Alat dan Bahan
    penjepit kertas 10 buah
  11. magnet batang, 1 buah
Prosedur
  1. Ambillah sebuah magnet batang.
  2. Gantungkan sebuah penjepit kertas pada ujung magnet batang.
  3. Gantungkan penjepit kedua pada ujung penjepit pertama seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1.
  4. Gantungkan penjepit lainnya sampai penjepit tidak dapat menempel pada ujung.
  5. Catatlah pada Tabel 1 jumlah penjepit yang saling menempel.
  6. Ulangi prosedur 2 sampai 5 dengan menggantungkan penjepit pada jarak 1 cm dari ujung magnet batang.
  7. Catatlah pada Tabel 1 jumlah penjepit yang saling menempel.
  8. Ulangi prosedur 2 sampai 5 dengan menggantungkan penjepit pada tengah-tengaah magnet batang.
  9. Catatlah pada Tabel 1 jumlah penjepit yang saling menempel.                                            SUMBER  : http://publikasipendidikan.blogspot.com/2012/06/kumpulan-lks-ipa-fisika-biologi-dan_9678.html  12 NOP 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...