@ WASPADA NAPZA (NARKOTIKA , PSIKOTROPIKA , ZAT ADITIF ) @
Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi
kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku )
serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang
termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif
lainnya.
NARKOTIKA :
Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat
atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis
maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri,
dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan :
1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan
pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta
mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh :
Heroin, Kokain, Ganja.
2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat
pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam
terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin,
Petidin.
3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan
banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.
Contoh : Codein,
PSIKOTROPIKA :
Menurut UU RI No 5 / 1997,
Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada
susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas
mental dan perilaku.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
1.
Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi
kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.
2.
Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat
digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh :
Amphetamine.
3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat
pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan
ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma
ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.
4. Golongan IV :
Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam
terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam,
Nitrazepam ( BK, DUM ).
ZAT ADIKTIF LAINNYA :
Yang termasuk
Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif
diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi :
1. Minuman Alkohol :
mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf
pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari
dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika
atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh
manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :
a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )
c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).
2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah
menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang
keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering
disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.
3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.
Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan
alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya
pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk
penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.
Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan :
1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi
mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya
menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri.
Depresan dapat memberikan efek, yaitu kerja sistem saraf
berkurang,menurunkan kesadaran, dan mengantuk. Jenis zat yang termasuk
obat depresan, misalnya alkohol, Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ),
sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti
cemas ).
2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang
merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini
menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat.
Stimulan berfungsi memberikan rangsangan kepada syaraf sehingga dapat
menimbulkan efek lebih percaya diri. Banyak jenis psikotropika yang
termasuk obat stimulan, misalnya kafein, kokain, ganja, dan amfetamin.
Zat amfetamin biasanya terdapat pada pil ekstasi (Shabu, Ekstasi), .
3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek
halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali
menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat
terganggu.
Halusinogen , Obat halusinogen merupakan obat yang dapat
menimbulkan halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak
nyata. Contohnya adalah Licercik Acid Dhietilamide (LSD), psylocibine,
micraline dan mariyuana. Kanabis ( ganja ).
Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan zat psikotropika adalah:
- Candu, heroin, dan ganja dapat menyebabkan syaraf terganggu dan
menimbulkan ketagihan yang pada akhirnya akan berujung kepada kematian.
- Kokain dapat menimbulkan rasa takut yang berlebihan dan menimbulkan depresi.
- Morfin menimbulkan rasa ngantuk, gangguan pernapasan, bahagia yang
berlebihan (eufhoria), dan kematian.
- Pil ekstasi menimbulkan rasa lelah dan ketenangan.
- Barbiturat dapat mengakibatkan mudah tertidur lelap
SEMOGA BERMANFAAT
Tampilkan postingan dengan label IPA - BIOLOGI KLAS 8 SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA - BIOLOGI KLAS 8 SMP. Tampilkan semua postingan
@ WASPADA NAPZA (NARKOTIKA , PSIKOTROPIKA , ZAT ADITIF ) @
17.51 |
Label:
IPA - BIOLOGI KLAS 8 SMP
Comments(0)
@^@ PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUH-TUMBUHAN @^@
23.27 |
Label:
IPA - BIOLOGI KLAS 8 SMP
@^@ PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUH-TUMBUHAN @^@
TUMBUH
Tumbuh adalah proses bertambahnya ukuran dan jumlah sel-sel secara kwantitatif penyusun tubuh yang bersifat irreversible.
Irreversible adalah sifat dimana pertambahan ukuran dan jumlah tidak bisa kembali ke semula.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ada 2 macam yaitu:
a. Faktor eksternal
b. Faktor internal
a. Faktor eksternal meliputi :
• Cahaya ,
Cahaya utama adalah matahari.
Cahaya berfungsi sebagai faktor penghambat pertumbuhan, karena dapat menonaktifkan hormon tumbuh auksin pada tumbuhan
• Nutrisi berupa air dan garam mineral
• Suhu udara ,
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang
pertumbuhan dan perkembangannya.¡ Pada suhu optimum, semua makhluk hidup
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki
kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu.
• Tanah dan udara yang lembab mempunyai pengaruh yang baik untuk
pertumbuhan.¡ Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di
dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat
berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
b. Faktor internal meliputi
• Faktor genetik
Gen ( pembawa sifat keturunan ) . Terbentuk dari sejumlah asam nukleat
yang tersusun dalam makromolekul yang disebut DNA. Berfungsi sebagai
pembawa faktor keturunan. Mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup.
Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti
berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen
yang baik dan didukung lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan
pertumbuhan yang baik pula
• Fator hormon
Hormon
merupakan senyawa organik (zat kimia) pada manusia , sebagian hewan ,
dan juga pada tumbuh - tumbuhan. Dimana ada salah satu hormon yang mampu
merangsang pertumbuhan pada manusia , sebagian hewan dan
tumbuh-tumbuhan
Hormon tumbuhan disebut fitohormon. Fitohormon tersusun sebagai berikut:
1. Hormon Auksin
Pertama kali auksin ditemukan pada ujung koleoptil kecambah Avena
sativa. Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (ujung
tumbuhan). Fungsi auksin, yaitu:
a. Merangsang perpanjangan sel.
b. Merangsang pembentukan bunga dan buah.
c. Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
d. Mempengaruhi pembengkokan batang.
e. Merangsang pembentukan akar lateral.
f. Merangsang terjadinya proses diferensiasi.
2. Gibberellin
Gibberellin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan pada jamur
Gibberella fujikuroii yang parasit pada tumbuhan padi. Ditemukan oleh
Kuroshawa pada tahun 1926. Fungsi gibberellin, yaitu:
a. Merangsang pembelahan sel kambium.
b. Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.
c. Merangsang pembentukan buah tanpa biji.
d.Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa.
3. Sitokinin
Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang fungsinya mirip satu sama lain. Fungsi sitokinin yaitu:
a. Merangsang proses pembelahan sel.
b. Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.
c. Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
d. Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan.
seperti suhu rendah, infeksi virus pembunuh gulma, dan radiasi.
e. Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat
kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens).
4. Etilena
Etilena atau gas etilen memiliki fungsi mempercepat pematangan buah,
respirasi, dan pengguguran daun. Tempat pembentukan etilena pada buah
letaknya berbeda-beda. Ada yang diujung seperti buah pepaya, ada yang
dipangkal seperti buah mangga.
5. Asam Absisat
Asam
Absisat adalah fitohormon yang bersifat inhibitor atau menghambat. Asam
Absisat menghambat pertumbuhan tumbuhan dan juga merangsang dormansi
biji. Namun hal ini dapat menguntungkan pada tumbuhan yang hidup
didaerah empat musim. Hal ini akan membuat tumbuhan resisten terhadap
lingkungan dan cuaca ekstrim.
6. Kalin
Kalin adalah hormon
tumbuhan yang merangsang pembentukan organ tumbuhan. Berdasarkan organ
yang dirangsang pembentukannya. Ada beberapa jenis kalin yaitu antokalin
untuk pembentukan bunga, filokalin untuk pembentukan organ daun,
kaulokalin untuk pembentukan organ batang, rizokalin untuk pembentukan
organ akar
METAGENESIS
Metagenesis adalah pergiliran
keturunan dalam pertumbuhan tumbuh -tumbuhan mengalami 2 fase dalam
siklus hidupnya. Fase tersebut adalah fase gametofit ke fase sporofit.
Peristiwa ini terjadi pada tumbuhan lumut dan paku-pakuan.
Tumbuhan tersebut mengalami 2 fase yang berbeda dalam siklus hidupnya,
yaitu sporofit dan gametofit. Dalam fase sporofit, spora dihasilkan.
Sedangkan dalam fase gametofit menghasilkan sel gamet.
TUMBUH
Tumbuh adalah proses bertambahnya ukuran dan jumlah sel-sel secara kwantitatif penyusun tubuh yang bersifat irreversible.
Irreversible adalah sifat dimana pertambahan ukuran dan jumlah tidak bisa kembali ke semula.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ada 2 macam yaitu:
a. Faktor eksternal
b. Faktor internal
a. Faktor eksternal meliputi :
• Cahaya ,
Cahaya utama adalah matahari.
Cahaya berfungsi sebagai faktor penghambat pertumbuhan, karena dapat menonaktifkan hormon tumbuh auksin pada tumbuhan
• Nutrisi berupa air dan garam mineral
• Suhu udara ,
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.¡ Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu.
• Tanah dan udara yang lembab mempunyai pengaruh yang baik untuk pertumbuhan.¡ Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
b. Faktor internal meliputi
• Faktor genetik
Gen ( pembawa sifat keturunan ) . Terbentuk dari sejumlah asam nukleat yang tersusun dalam makromolekul yang disebut DNA. Berfungsi sebagai pembawa faktor keturunan. Mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup. Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen yang baik dan didukung lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik pula
• Fator hormon
Hormon merupakan senyawa organik (zat kimia) pada manusia , sebagian hewan , dan juga pada tumbuh - tumbuhan. Dimana ada salah satu hormon yang mampu merangsang pertumbuhan pada manusia , sebagian hewan dan tumbuh-tumbuhan
Hormon tumbuhan disebut fitohormon. Fitohormon tersusun sebagai berikut:
1. Hormon Auksin
Pertama kali auksin ditemukan pada ujung koleoptil kecambah Avena sativa. Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (ujung tumbuhan). Fungsi auksin, yaitu:
a. Merangsang perpanjangan sel.
b. Merangsang pembentukan bunga dan buah.
c. Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
d. Mempengaruhi pembengkokan batang.
e. Merangsang pembentukan akar lateral.
f. Merangsang terjadinya proses diferensiasi.
2. Gibberellin
Gibberellin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan pada jamur Gibberella fujikuroii yang parasit pada tumbuhan padi. Ditemukan oleh Kuroshawa pada tahun 1926. Fungsi gibberellin, yaitu:
a. Merangsang pembelahan sel kambium.
b. Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.
c. Merangsang pembentukan buah tanpa biji.
d.Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa.
3. Sitokinin
Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang fungsinya mirip satu sama lain. Fungsi sitokinin yaitu:
a. Merangsang proses pembelahan sel.
b. Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.
c. Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
d. Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan.
seperti suhu rendah, infeksi virus pembunuh gulma, dan radiasi.
e. Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat
kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens).
4. Etilena
Etilena atau gas etilen memiliki fungsi mempercepat pematangan buah, respirasi, dan pengguguran daun. Tempat pembentukan etilena pada buah letaknya berbeda-beda. Ada yang diujung seperti buah pepaya, ada yang dipangkal seperti buah mangga.
5. Asam Absisat
Asam Absisat adalah fitohormon yang bersifat inhibitor atau menghambat. Asam Absisat menghambat pertumbuhan tumbuhan dan juga merangsang dormansi biji. Namun hal ini dapat menguntungkan pada tumbuhan yang hidup didaerah empat musim. Hal ini akan membuat tumbuhan resisten terhadap lingkungan dan cuaca ekstrim.
6. Kalin
Kalin adalah hormon tumbuhan yang merangsang pembentukan organ tumbuhan. Berdasarkan organ yang dirangsang pembentukannya. Ada beberapa jenis kalin yaitu antokalin untuk pembentukan bunga, filokalin untuk pembentukan organ daun, kaulokalin untuk pembentukan organ batang, rizokalin untuk pembentukan organ akar
METAGENESIS
Metagenesis adalah pergiliran keturunan dalam pertumbuhan tumbuh -tumbuhan mengalami 2 fase dalam siklus hidupnya. Fase tersebut adalah fase gametofit ke fase sporofit.
Peristiwa ini terjadi pada tumbuhan lumut dan paku-pakuan. Tumbuhan tersebut mengalami 2 fase yang berbeda dalam siklus hidupnya, yaitu sporofit dan gametofit. Dalam fase sporofit, spora dihasilkan. Sedangkan dalam fase gametofit menghasilkan sel gamet.
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
05.59 |
Label:
IPA - BIOLOGI KLAS 8 SMP
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
Tahapan Pertumbuhan Manusia
Perkembangan pada manusia diawali melalui proses pembuahan.
Proses pembuahan yaitu pertemuan antara sel telur yang berasal dari perempuan (ibu) dengan
sel sperma yang berasal dari pria (ayah).
Inti sel sperma akan bergabung/melebur dengan inti sel telur dan terbentuk sebuah sel baru yang disebut zigot.
Zigot ini akan senantiasa membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya.
Zigot yang telah membelah menjadi banyak sel tadi akan berkembang menjadi embrio, kemudian menjadi janin dalam rahim ibu.
Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu, dari
mulai proses pembuahan hingga kelahiran adalah kurang lebih 9 bulan 10
hari ( 40 minggu ) .
Perkembangan janin selama di dalam rahim dibagi dalam tiga tahapan.
Lamanya waktu pada setiap tahapan adalah tiga bulan :
1. Tri smester Pertama / tri wulan pertama
Tiga bulan pertama embrio berkembang menjadi janin yang panjangnya
kurang lebih 5,5 cm. Janin sudah berbentuk seperti manusia walaupun
ukuran kepalanya sangat besar. Di akhir tiga bulan pertama ini janin
juga sudah mulai dapat menggerakkan tangan dan kakinya.
Seorang ibu
hamil pada tri wulan pertama harus banyak mengandung protein lebih
diutamakan dalam menu seimbangnya karena dalam proses tri wulan pertama
ini mulai awal proses pembentukan organ-organ tubuh
2. Trismester Kedua / tri wulan ke dua
Pada tiga bulan kedua, janin sudah semakin berkembang dan panjangnya sudah mencapai kurang lebih 19 cm.
Tangan dan kakinya telah berkembang bahkan jari-jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk, muka tumbuh memanjang.
Pada tiga bulan kedua ini detak jantung janin juga sudah mulai bisa dideteksi. Gerakan janin juga mulai aktif.
Seorang ibu hamil pada tri wulan ke dua ini juga harus banyak
mengandung protein lebih diutamakan dalam menu seimbangnya karena dalam
proses tri wulan ke dua ini untuk pertumbuhan embrio menuju sempurna
3. Trismester Ketiga / tri wulan ke 3
Di tiga bulan ketiga terjadi pertumbuhan ukuran janin sangat cepat.
Ukuran tubuh sudah proporsional seperti bayi. Karena ukuran tubuhnya
semakin besar, janin tidak terlalu leluasa bergerak di dalam rahim.
Menjelang kelahiran bayi pada umumnya sudah mencapai panjang sekitar 50
cm. Berikutnya janin akan lahir ke dunia dan disebutlah dengan sebutan
bayi. Seorang ibu hamil pada tri wulan ketiga harus banyak mengandung
karbohidrat dalam menu seimbangnya karena dalam proses tri wulan ke tiga
ini untuk dibutuhkan energi /tenaga untuk melahirkan
Bagaimana Janin Memperoleh Makanan?
Janin menerima semua zat hara dan oksigen dari pasokan darah ibunya.
Tetapi, darah janin itu tak pernah langsung bercampur dengan darah
ibunya. Janin membuat darah sendiri dan berhubungan dengan darah ibunya
melalui plasenta.
Plasenta menghubungkan dinding rahim ibu dengan tali pusar bayi.
Maelalui plasenta inilah ibu dan janin mempertukarkan zat hara/makanan, gas-gas dan sisa buangan.
Masa Setelah kelahiran pertumbuhan manusia dibagi beberapa tahap sbb:
1. Masa Bayi
Masa bayi adalah dimulai bayi lahir sampai usia 1th.
Bayi lahir sampai usia 6 bulan harus ASI /susu total tidak boleh diberi asupan makanan yang lain yang di sebut bayi Eksklusif.
Setelah usia 6 bulan baru dikenalkan makanan lunak dan buah secara bertahap.
Organ – organ bayi belum sempurna maka mengalami pertumbuhan.
Masa bayi sangat tergantung total pada orang lain semua kebutuhannya.
2. Masa Balita
Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai belajar berjalan dan
mengendalikan fungsi anggota tubuh lainnya seperti tangan, kepala,
mulut.
Pada balita pertumbuhan yang utama adalah pertumbuhan otak
maka pada balita harus betul-betul diperhatikan makanan menu seimbangnya
terkhusus proteinnya agar pembentukan otaknya lebih berkembang sehingga
menjadi anak yang normal dan
cerdas Pada masa balita ketergantungannya pada orang lain sudah mulai berlatih melayani diri sendiri
3. Masa anak-anak ( usia 5 tahun sampai untuk pria 12 tahun dan untuk wanita sekurang – kurangnya usia 9 tahun )
Organ- organ tersebut akan semakin matang pada saat usia anak-anak.
Pada saat usia masuk sekolah, perkembangan organ anak biasanya sudah cukup matang, kecuali organ reproduksi.
4. Masa remaja atau Puberitas
Masa pubertas berakhir pada usia 20 tahun. Masa puberitas adalah masa
saat organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas untuk
pria dan wanita dimulainya dengan usia berbeda. Perubahan fisik yang
terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi.
Pada umumnya, organ reproduksi anak perempuan lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak laki-laki.
Ciri-ciri pubertas pada pria secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Ciri kelamin primer
Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai
menghasilkan sperma di dalam testis, karena hormon testosteron sudah
mulai bekerja sehingga Organ kelamin mulai berfungsi.
b. Ciri kelamin sekunder
Pada remaja laki-laki, hormon testosteron sudah mulai aktif ditandai
dengan ciri-ciri kelamin sekunder mulai tumbuh sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Gelang bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.
Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.
9) Mulai mimpi basah dan mulai tertarik lawan jenisnya /wanita
Ciri-ciri pubertas pada perempuan secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Ciri kelamin primer
Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Perempuan mulai
menghasilkan sel telur ditandai menstruasi lewat lubang vagina berupa
darah , karena hormon estrogen sudah mulai bekerja sehingga Organ
kelamin mulai berfungsi.
b. Ciri kelamin sekunder
Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut:
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.
6) Mulai suka berhias diri
7) Ditandai menstruasi
5. Masa Dewasa dan Tua (dimulai usia 20 tahun – 40 tahun )
Pada masa dewasa pada manusia tahapan pertumbuhan sudah mencapai maksimal.
Tinggi badan akan terhenti pada usia sekitar dua puluh tahunan. Selama
masa dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang, berpotensi untuk
terus belajar, mengembangkan diri dalam hal keterampilan, dan
aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan terus
berprestasi.
Segala potensi pada masa dewasa semua berkembang .
6. Masa Manula / Lansia (manusia lanjut usia )
Masa manula dimulai usia lebih dari 40 tahun. Pada masa manula akan
mengalami kemunduran ketika memasuki masa tua. Ini terjadi pada usia
sekitar 60 – 65 tahun dan seterusnya. Tubuh semakin renta, wajah dan
tangan mulai keriput, kesehatan menurun, kecerdasan menurun, bahkan pada
usia lanjut orang mudah lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga
lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Pada masa ini
aktivitasnya menurun dan mulai sulit melakukan kegiatan sehari-hari,
seperti berjalan dan lain-lain. Untuk mengatasinya supaya kesehatan
stabil harus olah raga ringan dan memperhatikan makan menu seimbang.
Langganan:
Postingan (Atom)







